“Jika daya beli konsumen Amerika menurun, tentu saja permintaan terhadap produk Indonesia juga akan berkurang," sambungnya.
Dia menambahkan bahwa penurunan permintaan akan mengurangi produksi dalam negeri Indonesia, yang pada akhirnya bisa memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan peningkatan pengangguran.
"PHK akan berdampak pada daya beli masyarakat, yang bisa berujung pada deflasi dan risiko fiskal Indonesia, terutama pada kuartal IV 2025," ujarnya.
Kebijakan tarif baru yang diberlakukan oleh AS juga mendapatkan kecaman dari sejumlah negara.
Salah satunya adalah China, yang menilai kebijakan ini sebagai tindakan yang merugikan dan tidak adil.Jika tarif baru tersebut tidak segera dibatalkan, China mengancam akan memberikan balasan dengan mengenakan tarif impor serupa pada produk AS.
Dengan ketegangan yang terus meningkat, banyak pihak yang berharap agar negosiasi diplomatik dapat segera dilakukan untuk menghindari dampak yang lebih luas bagi perekonomian global.
Editor : Zaitun Ul HusnaSumber : Kompas.com