Pasukan Oranye Bersihkan Sampah yang Terbawa Ombak di Pantai Padang

×

Pasukan Oranye Bersihkan Sampah yang Terbawa Ombak di Pantai Padang

Bagikan berita
Pasukan Oranye Bersihkan Sampah yang Terbawa Ombak di Pantai Padang
Pasukan Oranye Bersihkan Sampah yang Terbawa Ombak di Pantai Padang

KONGKRIT.COM - Beberapa hari terakhir, tim "Pasukan Oranye" terlihat bekerja keras membersihkan sampah yang terdampar di Pantai Padang.

Sampah-sampah tersebut terbawa oleh ombak dari laut, membuat pemandangan pantai menjadi kotor dan tidak sedap dipandang.

Kondisi pantai yang kumuh ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan.

Alih-alih dibuang pada tempatnya, banyak sampah yang dibuang ke drainase atau sungai. Ketika hujan deras terjadi, sampah-sampah tersebut terbawa arus sungai hingga sampai di laut, dan kemudian terdampar kembali di daratan akibat gelombang laut.

Fenomena ini terus berulang, dan selama kebiasaan membuang sampah sembarangan belum berubah, Pantai Padang akan terus menjadi tempat akhir sampah yang terbawa arus.

Pada Jumat, (28/3/2025), hujan deras yang mengguyur Kota Padang semakin memperparah kondisi tersebut.

Arus sungai yang deras membawa lebih banyak sampah menuju laut. Dalam situasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang terpaksa membuat keputusan sulit: membuka kubus apung di jalur sungai.

Jika kubus tersebut tidak dilepas, arus sungai yang kuat bisa merusaknya dan menghanyutkannya. Namun, jika dilepas, seluruh sampah yang tersangkut akan langsung mengalir ke laut.

"Kami menghadapi dilema besar. Jika kubus apung tidak dilepas, arus sungai bisa merusaknya. Tapi jika dilepas, sampah dari sungai akan langsung hanyut ke pantai," ungkap Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, pada Kamis (3/4/2025).

Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri, ketika Pantai Padang biasanya dipenuhi pengunjung, termasuk perantau yang ingin berlibur.

Editor : Zaitun Ul Husna
Sumber : Diskominfo Kota Padang
Bagikan

Berita Terkait
Terkini