Kelompok HAM Serukan Penangkapan Netanyahu Saat Kunjungi Hungaria, ICC Mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan

×

Kelompok HAM Serukan Penangkapan Netanyahu Saat Kunjungi Hungaria, ICC Mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan

Bagikan berita
Kelompok HAM Serukan Penangkapan Netanyahu Saat Kunjungi Hungaria, ICC Mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan
Kelompok HAM Serukan Penangkapan Netanyahu Saat Kunjungi Hungaria, ICC Mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan

KONGKRIT.COM - Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Gaza, Al Mezan, mendesak Hungaria untuk menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang dijadwalkan mengunjungi negara tersebut pada Rabu (2/4/2025).

Desakan ini muncul setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang terhadap warga Palestina di Gaza.

Sebagai negara yang menandatangani Statuta Roma yang membentuk ICC, Hungaria memiliki kewajiban hukum untuk melaksanakan putusan pengadilan, termasuk menangkap individu yang telah dikeluarkan surat perintah penangkapannya.

Al Mezan mengkritik kegagalan Hungaria untuk memenuhi kewajiban ini, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap Statuta Roma.

“Gagal menangkap Netanyahu adalah pelanggaran serius terhadap kewajiban yang dimiliki Hungaria di bawah Statuta Roma dan memberikan pesan yang jelas bahwa Uni Eropa menerima tersangka penjahat perang,” tulis Al Mezan melalui media sosial mereka.

Kelompok HAM ini juga mengimbau Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk mengutuk pelanggaran tersebut jika Netanyahu tetap dilindungi saat kunjungannya ke Hungaria.

Meskipun menghadapi ancaman penangkapan dari ICC, Netanyahu tetap melanjutkan rencananya untuk mengunjungi Hungaria.

Kunjungan ini diumumkan oleh Kantor Netanyahu pada Minggu (30/3/2025), dan Israel menekankan bahwa kunjungan tersebut dilakukan atas undangan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban.

Perjalanan ini dijadwalkan berlangsung dari Rabu (2/4/2025) hingga Minggu (6/4/2025).

Orban, yang dikenal sebagai pemimpin nasionalis sayap kanan, telah lama berselisih dengan Uni Eropa terkait norma demokrasi dan secara terbuka menyatakan bahwa Hungaria tidak akan menegakkan keputusan ICC.

Editor : Zaitun Ul Husna
Sumber : tribunnews
Bagikan

Berita Terkait
Terkini