Mereka berkumpul di depan Gedung Grahadi dan membawa mobil komando yang diparkir di depan Taman Apsari.
Dalam aksi tersebut, massa juga membakar ban dan sepatu serta membawa banner bergambar sejumlah tokoh politik sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah.
"Ini pesan kekecewaan rakyat terhadap kepemimpinan. Kalian memaksa kami untuk dimiskinkan,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut menyampaikan pesan yang penuh emosi.
Selain itu, mereka juga menyuarakan penolakan terhadap teror yang mengarah pada media, seperti pengiriman 'kepala babi' dan 'bangkai tikus terpenggal' yang sempat dikirimkan ke Kantor Tempo.
Aksi ini sempat menyebabkan penutupan akses jalan menuju Jalan Gubernur Suryo hingga Jalan Yos Sudarso, yang mengakibatkan kemacetan dan pengalihan arus lalu lintas ke Jalan Taman Apsari.Aksi ini mengundang perhatian luas, terutama terkait perlakuan terhadap jurnalis yang seharusnya dilindungi dalam menjalankan tugasnya.
Sejumlah pihak mendesak agar aparat kepolisian memberikan klarifikasi terkait tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan yang hanya menjalankan tugas jurnalistik.
Editor : Zaitun Ul HusnaSumber : Kompas.com