KONGKRIT.COM – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Rabu malam hingga Kamis siang.
Hujan deras ini menyebabkan peningkatan debit air sungai, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Lembang, yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air utama.
Akibatnya, Sungai Batang Lembang meluap dan merendam rumah-rumah warga, serta menyebabkan tanah longsor di beberapa titik rawan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, segera menginstruksikan penanganan cepat atas bencana ini.
"Saya meminta kepada Kalaksa BPBD, Kasatpol-PP, para Camat, dan OPD terkait untuk tetap siaga. Kami perlu laporan komprehensif tentang kondisi terkini agar dapat segera menanggapi dampak dari bencana ini," kata Medison melalui WhatsApp Grup.
Pemerintah daerah bersama sejumlah OPD langsung bergerak cepat, berkolaborasi dalam menangani bencana. BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Pol-PP Damkar, serta Camat, Wali Nagari, perangkat Nagari, relawan, dan masyarakat turut bekerja sama dalam upaya penanggulangan bencana ini.Menurut laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Solok, beberapa nagari yang terdampak parah antara lain Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Nagari Koto Baru, Nagari Selayo, dan Nagari Koto Hilalang di Kecamatan Kubung.
Kemudian ada juga Nagari Jawi-Jawi di Kecamatan Gunung Talang, serta Nagari Sungai Jambua, Pianggu, dan Indudur di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi. Banjir juga melanda Nagari Muaro Paneh di Kecamatan Bukit Sundi.
Diperkirakan sekitar 160 kepala keluarga (KK) atau 610 orang terdampak. Sebanyak 300 rumah di Nagari Selayo dan Koto Baru terendam banjir.
Di Nagari Koto Laweh, air meluap hingga merendam rumah-rumah di sepanjang jalan kabupaten.
Editor : Zaitun Ul Husna