Korban Pelecehan di RSPB Ajak Sesama Korban untuk Berani Speak Up

×

Korban Pelecehan di RSPB Ajak Sesama Korban untuk Berani Speak Up

Bagikan berita
Korban Pelecehan di RSPB Ajak Sesama Korban untuk Berani Speak Up
Korban Pelecehan di RSPB Ajak Sesama Korban untuk Berani Speak Up

Ayahnya juga merasa marah dan stres, merasa sangat terpukul melihat anaknya yang sedang sakit justru menjadi korban pelecehan di rumah sakit.

Bahkan, ayahnya sangat mengkhawatirkan kelanjutan proses hukum yang dianggap berjalan lambat.

“Bahkan hingga beliau meninggal dunia, beliau tidak sempat melihat proses persidangan ini berjalan. Namun, ayah saya selalu mendukung perjuangan saya dalam mencari keadilan,” kata Nu sambil menahan air mata.

Sebagai seorang ibu, Nu berharap agar semua pihak lebih peduli terhadap korban pelecehan seksual.

Menurutnya, proses untuk mengembalikan kepercayaan diri dan mengatasi trauma sangatlah tidak mudah. Ia mengajak pemerintah daerah, RT, tokoh masyarakat, LSM, organisasi perempuan, dan semua pihak untuk memberikan dukungan kepada korban pelecehan seksual, serta membantu mereka dalam mencari keadilan.

“Kami butuh dukungan, karena sering kali kami merasa malu dan takut untuk berbicara. Oleh karena itu, saya ingin mengajak semua korban pelecehan untuk berani melawan dan berbicara,” ujarnya.

Nu mengakui bahwa perjalanan untuk mendapatkan keadilan dan menghukum pelaku tidaklah mudah. Proses ini membutuhkan waktu, tenaga, biaya, dan perjuangan yang panjang.

Namun, ia menegaskan bahwa sebagai perempuan, harus tetap yakin bahwa dengan berbicara, banyak pihak yang akan memberikan dukungan hingga pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Untungnya, penasehat hukum saya terus memberi motivasi sejak awal, mengatakan bahwa proses hukum ini akan berjalan panjang dan membutuhkan kesiapan mental dan tenaga.

“Dengan terus menyuarakan kejadian ini, saat ini banyak yang memahami dan memberi dukungan,”papar Nu.

Editor : Zaitun Ul Husna
Bagikan

Berita Terkait
Terkini