Belum Sempat Kibarkan Sang Saka Merah Putih Aurel Qurrota Ain Meninggal

TANGERANG, Kongkrit.com — Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Kota Tangerang Selatan, Aurel Qurrota Ain, meninggal dunia. Aurel dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (1/8) kemarin.

Dilansir dari (merdeka.com) Aurel diketahui sudah berlatih sejak 9 Juli kemarin. Pelajar SMN Al Azhar BSD itu didaulat membawa baki bendera pusaka merah putih saat upacara HUT ke-74 RI di Lapangan Cilenggang, Tangerang Selatan.

“Keterangan orangtuanya, almarhumah pada subuh hari kejadian dari rumah sudah siap menuju lokasi pelatihan Paskibraka di Lapangan Cilenggang. Saat di rumah, Aurel terjatuh. Selanjutnya kami dapat informasi dari teman sekolahnya bahwa Aurel sudah meninggal,” jelas Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tangsel, Warta Wijaya, Jumat (2/8).

Baca Juga :  Honda Supra VS Daihatsu Pick Up Lama Lantas di Desa Pasar Baru Sialang Buah Sergai

“Dia salah satu anak yang paling bersemangat dan terbaik dalam menjalani latihan. Makanya almarhumah sebelumnya kita plot untuk pembawa baki bendera,” katanya.

Kabar meninggalnya Aurel sempat ramai diperbincangkan karena diduga dianiaya senior semasa latihan. Terkait hal itu, Warta menegaskan tidak benar.

“Dapat kami pastikan bahwa informasi tersebut hoaks,” tegasnya.

Terpisah, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, juga merasa sedih dengan kepergian salah satu tim paskibraka. Benyamin sempat melayat langsung ke rumah duka di kawasan Cipondoh Tangerang.

“Saya sangat berduka, saya bisa merasakan kesedihan ibunya. Sebagai orangtua juga saya sangat bersedih. Saya enggak sanggup menahan air mata,” kata Benyamin.

Saat bertemu kedua orangtua Almarhum, kata Benyamin, dia melihat wajah sedih dan terpukul dengan kepergian Aurel. Benyamin memastikan tak ada aksi kekerasan dan tindakan berlebih saat berlatih Paskibra, hingga menyebabkan Almarhumah meninggal dunia.

Baca Juga :  Ketua Pewarta Berikan Santunan pada Anggota yang Sakit

“Kami tidak menduga itu, tidak ada dugaan kesana. Karena orang tuanya, terutama Ayah cukup tabah, Ibundanya memang saya lihat sangat terpukul tapi mudah-mudahan semoga bisa cepat kembali pulih menerima ini,” katanya.

Benyamin yakin almarhumah Aurel adalah sosok pelajar baik dan meninggal dalam keadaan baik.

“Kita melihat sosok almarhumah meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, kita lihat sakaratul mautnya dimudahkan, meninggal gampang. Tidak ada kita berprasangka ke sana (kekerasan),” ucap dia.

Benyamin berharap kepada rekan-rekan Aurel baik itu rekan sekolah maupun rekan anggota Paskibraka Tangsel untuk mendoakan almarhumah.

“Saya sudah minta teman-temannya untuk ikut mendoakan. Mudah-mudah ini menjadi motivasi mereka untuk memberikan yang terbaik kepada almarhumah, kepada Tangsel dan juga kepada Indonesia,” jawab Benyamin. (Edi)

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, KRI Ahmad Yani-351 Disambut Semprotan DisinfektanĀ 

Komentar